Kiat Menjaga Berat Badan

Cukup banyak orang yang mengalami penurunan berat badan ketika menjalankan puasa di bulan Ramadhan yang lalu. Namun biasanya setelah hari raya, berat badan kembali meningkat. Ketupat lebaran dengan sayur dan opor sal;ah satu sebabnya. Belum lagi berbagai kue basah dan kering yang terhidang di meja.

Waspada Berat Badan Berlebih

Bagaimana menjaga agar berat badan yang telah menurun dapat dipertahankan? Kuncinya adalah pada keinginan kuat untuk menjaga berat badan normal. Kita sudah memahami bahwa berat badan berlebih dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Mereka yang berat badannya berlebih, dapat berisiko terkena penyakit jantung, kanker, sakit sendi, diabetes melitus dan berbagai penyakit lain. Jika mengalami operasi, pasien yang gemuk akan lebih sulit dioperasi karena lapisan lemaknya yang tebal. Bahkan mereka yang kelebihan berat badan juga lebih sulit melakukan aktiviats sehari-hari. Contohnya, seorang perempuan muda yang semula gemar berenang, menghentikan hobinya karena bentuk tubuhnya sekarang berubah karena kegemukan.

Pertahankan Berat Badan Ideal

Nah, ada beberapa kesempatan untuk mempertahankan berat badan setelah lebaran. Masih ada kesempatan puasa Syawal 6 hari, juga kalau mau… dapat dilanjutkan puasa Senin Kamis. Di kalangan non muslim sekarang juga sedang ramai dibicarakan puasa untuk menurunkan berat badan. Intermitten Fasting yang merupakan salah satu cara untuk menurunkan berat badan.

Selain itu, sebenarnya yang paling penting adalah kepedulian pada jumlah makanan yang dimakan, jenis makanan serta makan secara rasional. Sering kali karena makanan yang lezat kita lupa pada jumlah makanan yang kita makan, apakah makanan tersebut mengandung gula, garam dan lemak yang tinggi atau tidak. Kita biasanya mencoba memaafkan diri sendiri dengan berjanji setelah itu akan segera kembali berdiet, namun acapkali janji tersebut pun tak terpenuhi.

Perlu Kesadaran Tinggi

Kesadaran akan apakah kita perlu makan sesuatu, terlepas apakah makanan itu enak, apakah kita ditraktir kawan, perlu pula kita pertimbangkan dari sisi faktor kesehatan kita. Kesehatan harus menjadi kepedulian utama. Meski ditraktir makan enak, kita tetap harus menjaga diri untuk makan sewajarnya saja sehingga tidak melampaui kalori yang dibutuhkan tubuh kita.

Selain itu untuk makan sehari-hari kita harus tetap menjaga, agar piring makanan kita separuh berisi sayuran, seperempat nasi atau karbohidrat lain dan seperempat lain adalah lauk pauk seperti ikan, telur, daging atau tahu tempe.

Hindari makanan yang manis, asin, dan berlemak. Perbanyak makan sayur. Mulailah konsumsi garam yang rendah natrium, gula yang indeks glikemiknya rendah, lemak yang rendah serta selalu tersedia sayuran. Olahraga setiap hari jangan dilupakan, misalnya jalan kaki 30 menit di pagi atau sore hari.

Cek Hasil Kerja Keras Kita

Untuk menilai keberhasilan kita dalam menjaga berat badan, maka kita harus menyediakan timbangan badan dan alat ukur lingkar perut. Timbangan badan kita jangan melebihi tinggi badan (-100), jika tinggi badan kita 170 cm maka hendaknya berat badan kita jangan lebih dari 70 kg. Sedangkan lingkar perut pada perempuan sebaiknya jangan melebihi 80 cm dan laki laki sebaiknya 90 cm.

Jika di setiap rumah ada televisi dan komputer maka hendaknya untuk memelihara kesehatan. Setiap rumah tangga perlu mempunyai timbangan berat badan serta alat pengukur tekanan darah, akan lebih baik timbang badan digital. Lalu, khusus bagi mereka yang memerlukan, mungkin harus dilengkap lagi dengan alat pemeriksaan laboratorium mandiri untuk mengukur gula darah, asam urat, dsb.

Nah kali ini mari bulatkan tekad dalam memelihara kesehatan, menjaga berat badan dan berolahraga, serta mulailah beralih ke produk makanan sehat.

Samsuridjal Djauzi

Note : Untuk Informasi tentang Produk makanan Sehat, seperti beras organik, madu kaliandra, gula jagung, minyak jagung, mie organik, dll KLIK DISINI

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Kami FitEveryday
Apa yang bisa kami bantu?